Guru Wajib Dandan!

Ada agenda cantik di hari pertama masuk sekolah di semester dua ini: Beauty Class! Sekolah saya bekerja sama dengan The Body Shop, yang kebetulan memang sedang promo program baru yaitu The Body Shop @ You. Guru dan karyawan diajari cara dandan untuk kegiatan sehari-hari di sekolah. Guru lelaki juga dapat Grooming Class. Bagi beberapa orang, ini seperti acara “super make over”. Iya, karena banyak juga yang mengakui malas atau enggan berdandan. Saya sendiri bukan termasuk orang itu. Sebaliknya malah, saya selalu luangkan waktu untuk dandan minimal 15 menit setiap pagi sebelum pergi bekerja. Bagi saya, buat orang yang pekerjaannya berbicara dan berhadapan dengan orang banyak, berdandan itu penting.
IMG-20140106-WA002

Sebetulnya, isu dandan ini pernah jadi masalah serius bagi beberapa sekolah. Ada banyak cerita tentang ini. Ini satu contoh berdasarkan kisah nyata. Suatu hari seorang guru perempuan dipanggil oleh kepala sekolahnya. Dia tidak tahu dalam rangka apa dia diminta menghadap. Di meja Kepsek sudah ada alat-alat kosmetik yang menimbulkan tanda tanya. Si Kepsek langsung mengatakan masalahnya kepada si guru: ada orang tua murid yang mengira si guru adalah petugas kebersihan! Ya, si ortu mengira begitu karena guru ini tidak berdandan dan tidak terlihat berwibawa sebagai seorang guru. Kepsek pun memintanya untuk berdandan. Tak lupa diingatkan dengan tegas: harap selalu berdandan dan berpenampilan elegan.
IMG-20140106-WA001

Kenapa sih mesti dandan? Buat saya, terlihat cantik itu kebutuhan untuk diri sendiri. Bukan narsis, tapi merawat pemberian Tuhan. Nomor dua, tentu saya akan lebih enak dilihat orang lain kalau terlihat cantik. Nah, bagi guru, yang termasuk orang lain ini ada tiga pihak: rekan guru, orang tua murid, dan para murid. Jangan aneh, anak SMP-SMA kota besar sekarang makin hobi berdandan. Anak perempuan dan lelaki, keduanya bisa (dan berani) mengomentari penampilan gurunya. Tak segan mereka memuji kalau gurunya terlihat cantik. Sebaliknya, berani pula mereka mengkritik kalau gurunya terlihat kusam dan kuyu. Kalau gurunya saja sudah tidak enak dilihat ketika mengajar, wajar dong muridnya malas juga memperhatikan. Iya, memang jangan menilai orang hanya dari luarnya saja: bisa jadi luarnya kusam, tapi otaknya luar biasa pandai. Namun, akan lebih baik kalau otak dan wajah sama cemerlangnya, kan?🙂

ImageTips: Berdandan bukan berarti harus menor. Riasan tipis dan cerah cukup untuk membuat wajah tampak menarik. “Natural look” bisa jadi pilihan sederhana buat pemula.

 

 

 

3 responses

  1. Wahihi Miss… I Love youu tulisan ini pencerahan… Bgi kami guru yang kadang cuek soal ‘dandan’
    Jadi sekarang kalo dandan bukan biar ditaksir rekan tapi karena murid ya… #gagalfokus :))

    1. Haha, ditaksir murid boleh aja, asal jangan diterusin. Nanti dipanggil Kepsek lho! :))

      1. siapa tahu ada murid yang ganteng dan mau….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: