Teknologi Sekarang Buat Belajar Jadi Senang

“Saya cari data di bebe, ya!”

Kalimat itu sering terucap dari mulut murid-murid saya ketika ada tugas yang membutuhkan pencarian data. Ketika saya menjawab, “Silakan!”, mereka pun akan senang. Bebe atau Blackberry memang sering jadi solusi cepat untuk kebutuhan tugas murid di era teknologi tinggi sekarang ini. Apalagi di daerah perkotaan, benda elektronik seperti ponsel pintar adalah makanan bagi murid. Bahkan posisinya melebihi kebutuhan mereka akan sarapan. Setiap pagi mereka lebih memilih menggenggam Blackberry ketimbang roti.

ponsel dan laptop di meja murid

Sebagai guru dari anak-anak yang karib dengan gadget itu, saya pun merasa harus mengikuti perkembangan mereka. Saya tidak ingin menciptakan jarak yang semakin jauh karena rentang usia guru dan murid sudah jauh terpaut puluhan tahun. Langkah pertama, saya coba mengakrabkan diri dengan cara ikut menggunakan ponsel itu. Itu salah satu upaya yang bisa saya jangkau. Namun, bukanlah kewajiban kita untuk harus memiliki semua gadget karena dana kita tentu terbatas. Jika dana Anda berlebih, boleh juga Anda memiliki benda elektronik lain yang banyak juga dimiliki oleh remaja kota besar sekarang. Tujuan guru memiliki gadget keren sebaiknya jangan hanya supaya bisa menyamai pergaulan murid. Sebisa mungkin kita harus pergunakan benda teknologi itu untuk kebutuhan pembelajaran. Ketika ada tugas, murid bisa dipersilakan menggunakan ponsel pintar mereka untuk mencari informasi di internet.

Banyak sekolah yang sudah memiliki komputer di kelas. Banyak juga sekolah yang memperbolehkan muridnya membawa laptop ke kelas. Banyak anak kota besar juga sudah biasa menggunakan kamera dan video handycam. Semua media itu sudah seharusnya dimaksimalkan untuk kegiatan belajar yang menyenangkan. Guru dari berbagai mata pelajaran bisa mengajak murid menciptakan banyak proyek belajar dengan desain seni yang menarik. Misalnya, tugas pelajaran kimia dalam bentuk komik animasi, laporan pelajaran ekonomi dengan proyek video, atau membuat podcast untuk pelajaran bahasa.

Pengetahuan teknologi yang sudah dipunya anak dan remaja itu harus dipergunakan untuk menciptakan suasana kelas yang menyenangkan. Persilakan mereka berkreasi dengan pengetahuan mereka dan biarkan guru menjadi mentor mereka. Misalnya ketika murid diajak untuk membuat tugas membuat grafik di pelajaran bahasa Indonesia, ajak murid berkreasi lebih maksimal dengan teknologi. Suatu kali murid saya membuat karya menarik, yaitu sebuah grafik dengan lampu-lampu yang digunakan sebagai penanda data. Mereka merangkai sistem listrik sederhana pada papan grafik itu. Ketika tugas ini dipresentasikan di kelas, pertunjukan hasil penelitian mereka menjadi lebih menarik untuk dilihat.

Bermain lampu di proyek grafik

Bagaimana dengan anak-anak yang tidak mendapat akses mudah untuk menggunakan teknologi? Adalah tugas kita untuk menciptakan kesempatan itu untuk mereka. Pada suatu kesempatan di kegiatan Dongeng Minggu di Depok, saya dan teman-teman datang membawa CD film, laptop, dan proyektor. Biasanya anak-anak di sana belajar lewat dongeng yang dibawakan oleh kakak pendongeng menggunakan boneka-boneka binatang. Namun kali itu, kami mencoba hal lain dengan teknologi yang akrab dengan kami, tetapi belum akrab untuk mereka. Kami memutarkan film kartun anak yang mengajarkan tentang ikhlas. Anak-anak duduk manis menyimak film, tanpa merasa terbebani bahwa mereka sedang belajar. Tentu ini menyenangkan untuk anak-anak.

Adik-adik Dongeng Minggu menonton film dengan proyektor.

Masih banyak cara yang bisa kita lakukan untuk membuat suasana yang asyik untuk belajar. Yang paling penting kita siapkan adalah keinginan untuk berkreasi, baik dari guru dan juga murid. Setelah itu, pasti ada banyak alat teknologi yang bisa kita dipakai. Maksimalkan penggunaannya dan jangan kaget jika anak-anak bisa belajar dengan hati senang.

13 responses

  1. Sip! Guru harus bisa mengikuti perkembangan zaman dan juga murid-muridnya. Tapi bukan lantas jadi korban dari kemajuan teknologi juga alias latah gadget juga. Setidaknya harus seimbang, karena murid sekarang kritis. Mencari jawaban dan referensi melalui gadget toh ga ada salahnya juga.

    Sukses terus Ms.Arne!😉

  2. A good teacher always know how to deliver some materials thru many ways..and one of them is through technology..we learn and gain lots of information from technology, it keeps us updated and makes the learning process even way more fun than it supposed to be nowadays.. keep up the good work miss!

  3. perkembangan teknologi adalah ‘konsekuensi jaman’. tergantung manusia yang memanfaatkannya, jangan sampai si teknologi itu jadi membuat ‘orang-orang yang malas’. untuk gurunya, memang harus pintar-pintar memanfaatkan atau merancang program dengan gadget. supaya sasaran-sasaran pembelajarannya tetap tepat. tetap semangat miss arne!!! :*

  4. Tulisan bagus. Memikirkan best practice pemanfaatan teknologi di kelas dan juga membawa akses teknologi kepada yang belum mampu. Yang saya sebal setiap kali berdiskusi soal penggunaan teknologi di kelas adalah selalu ada yang nyeletuk, “Ngapain muluk2 bahas teknologi, cuma buat murid kaya. Banyak anak miskin dan sekolah di Indonesia yang listrik aja masih susah.” Seakan kalau kita memikirkan cara terbaik manfaatkan teknologi bagi murid dan sekolah yg sudah memilikinya maka kita tidak mau memikirkan mereka yang belum punya akses terhadap teknologi. Pola pikir slippery slope.

    1. Kita harus bisa buktikan bahwa ada banyak teknologi mudah dan murah yang bisa digunakan untuk keperluan pendidikan. Tinggal bagaimana cara kita membawanya ke tempat yang dituju. Niat dulu, itu ya yang terutama.🙂

  5. Seandainya guruku kayak Arnel…..

  6. Tulisan ini bisa menginspirasi banyak guru dan pihak sekolah. Selama ini, masih banyak sekolah dan guru yang berpersepsi bahwa keberadaan laptop, ponsel pintar dan gadget lain akan mengganggu kegiatan belajar. Arnel menunjukkan bahwa alih-alih menjadi “musuh”, si teknologi justru dapat membantu guru memenuhi kebutuhan belajar bahkan mendorong siswa lebih kreatif dan berdaya juang dalam menghasilkan karya.
    Selain itu, menciptakan kesempatan bagi orang lain yang selama ini kurang berdekatan dengan teknologi untuk merasakannya adalah ide yang sangat baik. Arnel mencontohkan dirinya dan teman-teman yg sudah punya akses ke teknologi membuka dan membawa kesempatan itu kepada adik-adik Dongeng Minggu. Lalu, kenapa tidak teman-teman guru atau pemerhati pendidikan yang tahu bahwa di dekatnya ada murid-murid yang perlu atau ingin dikenalkan dengan teknologi berusaha mencari dan bekerja sama dengan orang-orang seperti Arnel dan teman-temannya yang mau berbagi? Sepertinya bisa menjadi sinergi yang baik hasilnya untuk anak-anak itu.

    Semoga tulisan ini bisa disebarluaskan dan dibaca banyak guru, pihak sekolah dan pemerhati pendidikan.

  7. Eventhough she’s job is a teacher, she’s also a “good student” who always learn & seek a new way to teach her students. Any home work Miss Ann ?

  8. Cuma satu hal, dunia yang anak-anak ini tinggali sekarang berbeda dengan dulu ketika zaman kita seusia mereka. Padahal jedanya hanya sepuluh tahun, tapi ya ini realita. Kita nggak bisa lagi menekan anak-anak ini jauh dari teknologi. Kita cuma perlu menonjolkan hal yang baik dari teknologi dan meminimalisasi yang buruk. Kalau dalam kasus Arne sebagai pengajar, kita mesti melibatkan teknologi dalam kegiatan belajar-mengajar. Dan, kamu pasti banyak ide canggih di otak kamu, Ne. Sampai-sampai aku mikir, seandainya dulu guruku se-open minded kamu🙂

    Rawks!

    Ketjup,
    Atre.

  9. Selain menjadikan proses belajar menjadi lebih menyenangkan serta memberikan ruang yang lebih luas untuk kreativitas guru dan murid, menggunakan gadget dalam belajar juga bisa dijadikan media untuk mengarahkan bahwa kemajuan teknogi harus digunakan untuk kepentingan-kepentingan yang positif bukan hanya sekedar bermain game atau browsing hal-hal yang tidak bermanfaat.

    Semoga lewat tulisan ini makin banyak guru yang tanggap perkembangan teknologi dan makin banyak sekolah yang mendukung ide-ide guru seperti Ms. Arnel .

  10. waaaahh.. Ms. Arne.. tulisannya okey niih. saya sih setuju2 aja anak2 disekolah diperbolehkan menggunakan gadget seperti laptop untuk menyokong pembelajaran mereka,mungkin jangan lupa untuk para guru untuk dapat benar2 memonitor pemakaiannya. karena dapat juga disalah pergunakan oleh anak2. anyway… i agree that GADGET really makes us connected to the world wide!!the world is now on our finger tip

  11. Arnellis telah mengubah paradigma sosial yang memandang negatif pemakaian teknologi khususnya internet di kalangan para remaja. Melalui pengalaman pribadinya, kita bisa melihat fungsi sesungguhnya pemakaian teknologi yang justru dapat mempermudah para pendidik dan murid-murid dalam menghadapi tantangan global yang kian melaju pesat. Semoga dengan pengalaman ini, para remaja lainnya dapat lebih memanfaatkan waktu luang mereka untuk “surfing” internet untuk menggali potensi mereka lebih dalam lagi. Bravo Arnellis!

  12. saya setuju dengan arnellis, teknologi sekarang sangat membantu anak-anak dan juga para guru dalam proses belajar mengajar. Yang penting adalah kita sebagai guru / orang tua harus sering mengingatkan agar anak anak menggunakan teknologi tersebut secara bijaksana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: