Sanctum

Kalau di film Sanctum, peribahasa “sambil menyelam minum air” terasa begitu harfiah. Film drama perjalanan tim eksplorasi gua yang terjebak banjir dalam gua bawah tanah itu mementahkan peribahasa tadi. Ya, ketika kau terjebak air di mana-mana, dalam gua gelap tak ada cahaya kecuali senter yang habis batere pula, maka berenang dan menyelam mencari jalan keluar bukan lagi jadi pilihan, melainkan keharusan.

Yang saya tahu, keadaan lelah dan panik memancing emosi dan mematikan pikiran. Saya pernah mengalaminya ketika naik gunung. Nah ini, perjalanan manusia yang dihajar alam di Sanctum ini, menimbulkan pertengkaran antar manusia, depresi lalu menyerah, bahkan niatan membunuh satu dengan yang lain. Maha dahsyat arti lelah dan lapar, keduanya mematikan ketenangan berpikir, lalu membunuh kemanusiaan.

Yah, saya mulas nonton ini. Perut bergejolak. Ibu bapak saya yang nonton bareng saya juga sama mulas. Kami menutup film bukan dengan menghela napas, tapi justru menghirup. Syukurlah, kami masih punya napas bebas.

2 responses

  1. filmnya keren banget, gak berhenti deg degan sampai akhir cerita.

  2. Disini masih belum menemukan arti kata.atau menurut saya kata Sanctum sama arti kata sanctuary.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: